Home
kpusda
SELAMAT JALAN PAK HUSNI

SELAMAT JALAN PAK HUSNI


Selasa, 2016-07-12 - 08:59:48 WIB

Oleh : Miftakul Rohmah, S.Ag., M.Pd

Anggota KPU Kabupaten Sidoarjo

 

Kamis, 7 Juli 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, di saat bulan Ramadhan baru saja berlalu dan umat Islam masih dalam euphoria menyambut hari kemenangan, kita dikejutkan dengan berita meninggalnya Ketua  KPU RI, Bapak Husni Kamil Manik. Hari itu tentu saja akan menjadi hari yang akan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang konsen dengan demokrasi di Indonesia dan terutama keluarga besar KPU di seluruh Indonesia.

Meskipun secara pribadi saya tidak begitu sering berjumpa dengan beliau, tetapi berdasarkan testimoni dari banyak orang, banyak yang menilai sosok seorang Husni Kamil Manik adalah seorang pemimpin yang bertangan dingin, santun dan tenang. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI ke-6 mengatakan, “Saya mengenal sosok almarhum, tenang, cakap memimpin, menghadapi berbagai masalah ditekan kanan kiri selalu tegar, bersikap independent, tak memihak, pandai mengambil jarak, bahkan pelihara jarak dengan pemerintah,” katanya.

Sementara Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof. Jimly Assidiqi, mengatakan, almarhum Husni merupakan sosok pemimpin muda cemerlang, pribadi yang sangat sabar, tenang, rasional dan komunikatif dalam menyikapi setiap persoalan. Sikap itu, lanjut Jimly, membuat semua persoalan tugas berjalan lancar, setiap masalah yang dihadapi bisa ditemukan solusinya.

Disisi lain, di internal KPU sendiri, baik di level KPU Provinsi maupun Kabupaten/Kota, para komisioner yang sudah menjabat lebih dari 2 periode merasakan betul perbedaan kepemimpinan KPU dibawah kepemimpinan Husni Kamil Manik dengan periode-periode sebelumnya. Penataan organisasi begitu gencar dilakukan, peningkatan kinerja selalu ditekankan, dan di bawah kepemimpinannya KPU menjelma menjadi Lembaga Negara yang disegani baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa penghargaan pun diberikan kepada KPU. Dalam hal transparansi, misalnya, KPU menjadi lembaga yang memperoleh peringkat Nomor 2 setelah PPATK. Penghargaan yang diberikan secara langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo itu membuktikan bahwa KPU merupakan badan publik yang transparan kepada masyarakat, sekaligus sebagai mitra pemerintah yang mampu menyukseskan program-program dari kementerian/lembaga negara RI, melalui pengelolaan informasi dan dokumentasi sebagai frontliner, dan juga keberhasilan fitur-fitur KPU berbasis teknologi informasi seperti SITUNG, SITAP, SILON, SILOG dan program lain untuk mendekatkan KPU kepada masyarakat.

Meskipun demikian, meninggalnya Ketua KPU RI yang begitu mendadak ini ternyata juga menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Bertebaran ciutan dan posting media sosial seputar penyebab meninggalnya Husni Kamil Manik, ada yang menduga  bahwa  Husni Kamil Manik sengaja di-Munirkan untuk menghilangkan jejak kecurangan dalam Pilpres Tahun 2014 lalu. Sampai-sampai politisi Golkar yang juga mantan anggota DPR RI, Ali Mochtar Ngabalin, meminta keluarga untuk mengikhlaskan jasad almarhum untuk diotopsi agar bisa diketahui apakah memang benar bahwa wafatnya almarhum memang tidak wajar. Kontroversi ini pula yang membuat Prof. Jimly Asshidiqy meminta kepada tim dokter RSPP untuk mengungkapkan ke publik penyebab pasti meninggalnya almarhum. Tentu keinginan Prof. Jimly ini didasari keinginannya agar polemik atas wafatnya almarhum segera berakhir, sampai-sampai Menkes RI, Nila Djuwita F. Moeloek harus ikut mengklarifikasi  isu-isu liar seputar meninggalnya Almarhum benar-benar karena sakit “Kami sudah menerima laporannya secara lisan dari Direktur RSPP. Beliau sakit”, katanya .

Terlepas adanya kontroversi di masyarakat terkait meninggalnya Husni Kamil Manik, ada beberapa tanda-tanda kematian yang dipercaya umat Islam akan kematian seseorang apakah seseorang itu meninggal dalam keadaaan suul khotimah ataukah khusnul khotimah. Diantaranya : 1). Almarhum meninggal pada malam jum’at dan di saat hari Raya Idul Fitri atau hari kemenangan bagi umat Islam setelah almarhum menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Bukankah salah satu sabda Nabi : ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim) 2). Menurut salah satu saksi mata yang mendampingi beliau pada saat meninggal, mengatakan, bahwa beliau meninggal ketika beliau terlelap dalam tidur dan wajahnya terlihat  begitu bahagia. 

Wallahua’lam bish shawab, pada akhirnya biarkanlah menjadi urusan Allah SWT. yang akan menghisab segala kebaikan dan keburukan seseorang. Selamat jalan, Pak Husni Kamil Manik. Keteladananmu dalam memimpin dan warisanmu tentang integritas dan profesionalitas selaku penyelenggara pesta demokrasi akan selalu menjadi pegangan dan pijakan kami.


Share Berita


Komentari Berita