Home
kpusda
Menanti Komandan Baru (KPU RI) Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia

Menanti Komandan Baru (KPU RI) Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia


Senin, 2017-02-13 - 07:33:51 WIB

Senin, 13 Februari 2017

 
Oleh: Miftakul Rohmah,S.Ag. M.Pd
Anggota KPU Kabupaten Sidoarjo
 
Tepat tanggal 1 februari 2017, Tim seleksi KPU dan Bawaslu RI pimpinan Prof Dr. Aldi Isra akhirnya mengumumkan nama nama yang lolos seleksi wawancara KPU RI yang akan mengembang amanat tahun 2017 -2022, dari 14 nama yang lulus yakni amus Atkana, I Dewa Kade Wiarsha Raka Sandi, Ilham Saputra, evi Novinda Ginting Manik, Fery Kurnia Rizkiyansyah, Idha Budiati, Wahyu setiawan, Sri budi eko wardhani, Pramono Ubaid Tanthowi, Yessi S momongan, Hasyim Asyhari, Arief Budiman, Viryan, Sigit Pamungkas. Sedang calon komisioner Bawaslu RI adalah Ratna Dewi petalolo, Mokhomad Najib, Abhan, Sri Wahyu Araningsih, Fritz Edward Siregar, Syafrida Rachmawati Rasahan, Mochomad Afifudin, Herwyn jefier Hielsa Malonda, Abdullah dan Rahmat Badja.
 
Dalam konferensi presnya Menurut Saldi Isra, Timsel KPU dan Bawaslu yang mendapat tugas dari Presiden sejak Oktober 2016 sampai akhir Januari 2017, sudah menyelesaikan semua tahapan sesuai dengan perintah Undang-Undang Penyelenggara Pemilu. “Kita menilai secara komprehensif dari lima kriteria utama. Apa kriteria utama itu? Independensi, integritas, kemampuan soal tata kelola Pemilu, kepemimpinan, dan kesehatan. Dari nama yang muncul, inilah calon terbaik dari lima kriteria yang ditentukan oleh Undang-Undang,” kata Saldi kepada wartawan usai pertemuan dengan Presiden. Menurut Saldi, dari sekitar 600-an orang yang mendaftar pada tahap pertama, hanya menyisakan 58 orang dengan rincian 36 orang untuk calon anggota KPU dan 22 orang untuk calon anggota Bawaslu.
 
Dari 58 nama-nama tersebut, kemudian disaring kembali pada tahap ketiga atau tahap akhir. Yang pada akhirnya tersisa 14 orang calon anggota KPU RI dan 10 orang Calon anggota bawaslu RI. Nama-nama hasil seleksi dari tahap akhir inilah yang telah diserahkan tim seleksi kepada Presiden Joko Widodo.
 
Melihat komposisi yang lolos, terutama calon calon komisioner KPU RI, ada beberapa hal yang menjadi catatan khusus bagi Penulis. Diantaranya.
 
1. Sejarah baru 
 
Barangkali bisa dikatakan setelah KPU Berdiri, tahapan seleksi kali ini mengukir sejarah baru dengan adanya wajah wajah petahana yang daftar semua dan semuanya lolos di 14 besar. Coba kita tengok kembali profil komisioner komisi Pemilihan Umum mulai periode 1999 sampai dengan periode 2017, adalah wajah petahana yang lolos kembali menduduki jabatan komisioner untuk periode kedua kalinya. 
 
a. Anggota KPU periode 1999-2001.
 
KPU periode ini dibentuk berdasarkan pada kepres no 16 tahun 1999 yang terdiri dari 53 orang berasal dari pemerintah dan partai politik yang dikomandani oleh menteri dalam negeri Rudini yang dilantik oleh presiden Habibi, sehingga pada periode ini belum ada seleksi seperti sekarang karena memang perwakilan partai politik dan pemerintah.
 
b. Anggota KPU RI periode 2001-2007.
 
Setelah periode KPU pertama berakhir, maka dibentuklah KPU periode kedua yakni periode 2001-2007 yang berdasarkan pada kepres No 10 tahun 2001, anggota KPU periode ini berjumlah 11 orang berdasarkan unsur akademisi dan LSM dan dilantik oleh presiden Abdurahman Wahid. Mereka adalah Prof Dr. Nazarudin Symasudin, Prof. Dr. Ramlan Subekti, MH. M.Pd, Drs. Mulyana W Kusuma, Drs. Daan Dimara, MA, Imam Budidarmawan Prasoja, MH MPd, Anas Urbaningrum, Chusnul Mariyah., Dr. FX Mudji Sutrisno, Dr. Hamid Awwwaludin, Dr. Boncu Salahudin, Dr. Valina Singkah Subekti. Pada periode ini sudah menjadi lazim bila penyelenggara periode sebelumnya tidak masuk kembali pada periode ini yang disebabkan perubahan regulasi yang ada.
 
c. Anggota KPU Periode 2007-2012
 
Setelah masa bakti KPU sebelumnya berakhir, maka dibentuklah KPU periode yang ketiga yakni periode 2007-2012, mereka adalah Abdul Hafiz Anshari , Sri Nuryanti , Abdul Hafiz Anshari , Sri Nuryanti, Endang Sulastri , I Gusti Putu Artha, Syamsul Bahri, Andi Nur Pati, Abdul Aziz. Dari 7 orang komisioner diatas tidak ada satupun petahana atau anggota KPU RI periode sebelumya ( periode 2003-2007), hanya 2 orang yang sebelumnya sebagai anggota KPU provingsi yakni Abdul Hafiz Anshari, KPU provinsi kalimantan selatan periode 2003-2008 dan I Gusti Pintu Artha anggota KPU Bali, dan tidak kita terdapat wajah petahana disana.
 
d. Anggota KPU Periode 2012-2017.
 
Dan pada tahun 2012, pemerintah melalui tim seleksi kembali melakukan seleksi terhadap calon anggota KPU dan Bawaslu RI, dari sekian banyak yang daftar terpilihlah tujuh orang yakni Ida Budhiyati, SH, MH ( Ketua KPU Jawa tengah), Sigit Pamungkas S.IP. MA.( Dosen Fisipol UGM), Arief Budiman, SS, SIP, MBA ( Anggota KPU Jawa Timur), Husni Kamil Manik (Anggota KPU Sumatra Barat), Dr. Ferry Rizkiansyah, SIP, MSI (ketua KPU Jawa Barat), Drs. Hadar Nafis Gumay ( Direktor cetro), Juri ardianto, M.Si (Ketua KPU DKI Jakarta). 
 
Sampai dengan jabatan KPU periode inipun tidak ada ada petahana untuk menduduki jabatan komisioner KPU RI untuk yang kedua kalinya, mayoritas anggota KPU RI adalah komisioner tingkat provingsi didaerah masing masing sehingga muncul adigum petahana tidak usah daftar karena peluangnya sangat kecil. Sehingga tentu dengan lolosnya 5 orang petahana dalam 14 besar calon anggota KPU RI periode 2017-2022 merupakan sejarah baru dan harapan baru dalam estafet kepemimpinan di KPU RI. 
 
2. Regenarasi 
 
Sebagai komisioner meskipun itu hanya pada level kabupaten, tentu melihat komposisi calon yang lulus 14 besar, penulis ikut merasa senang dan bersyukur, karena ada 5 orang KPU RI periode 2012-2017, tentu hal ini membangakan karena secera tidak langsung akan melanjutkan program program yang selama ini telah dicanangkan oleh KPU RI, serta prestasi prestasi yang telah diraih bisa dipertahankan. Karena mau tidak mau harus diakui pada periode KPU RI tahun 2012-2017 inilah beragam penghargaan diterima KPU RI, diantaranya dalam hal transparansi mendekat predikat ke tiga setelah KPK dan PPATK dan masih banyak lagi penghargaan yang lainnya.
 
3. Dominasi penyelengggara pemilu 
 
Jika kita lihat lagi secara keseluruhan maka yang lolos 14 besar, bila diprosentasikan hampir 80 % adalah penyelenggara pemilu baik itu dari unsure KPU RI, KPU Prop maupun bawaslu RI maupun Bawaslu provinsi, sedangkan sisanya adalah mereka meraka yang selama ini juga sudah bergulat dengan kepemiluan atau pemerhati demokrasi, sehingga besar harapan mereka mereka yang lolos 14 besar tersebut memang orang orang yang kompeten dibidanngya. 
 
Terakhir untuk siapapun yang nantinya dipilih dan terpilih oleh Dewan Pimpinan Rakyat, besar harapan penulis sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari keluarga besar Komisi Pemilihan Umum berharap kepemimpinan kedepan semakin mampu membawa KPU menjadi lembaga yang disegani karena independensinya dan integritasnya. Amin

Share Berita


Komentari Berita