Home
kpusda
Ibadah Qurban Sarana Terwujudnya Ketentraman Masyarakat

Ibadah Qurban Sarana Terwujudnya Ketentraman Masyarakat


Jumat, 2016-09-09 - 07:41:30 WIB

kpud-sidoarjokab.go.id-Tepat tanggal 10 Dzulhijjah umat Islam di seluruh dunia, akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Bagi sebagian umat Islam ada yang berpendapat bahwa Hari Raya Idul Adha lebih bermakna dari pada Hari Raya Idul Fitri, seperti di masyarakat Madura, budaya mudik tidak hanya pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Madura juga merayakan Idul Adha seperti Idul Fitri, mereka berbondong bondong mudik pulang kampung. Bersamaan dengan Hari Raya Idul adha pula sebagain besar umat Islam juga berbondong-bondong mengunjungi rumah Allah (Baitullah) untuk melaksanakan ibadah haji bagi mereka yang mampu, sementara umat Islam yang belum berkesempatan untuk melakukan ibadah haji, maka mereka disunahkan untuk memotong hewan qurban. Lalu apa sebenarnya makna dari Idul Adha itu sendiri?. Sebagain ulama memaknai Idul Adha adalah sebuah Hari Raya Islam, Hari Raya dimana diperingati peristiwa qurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Lalu bagaimana dengan kesadaran umat Islam terutama umat Islam yang tinggal di Indonesia atas perintah berqurban tersebut? Bila kita lihat setiap tahun jumlah orang yang berqurban semakin lama semakin meningkat jumlahnya, hal ini terjadi hampir merata di seluruh Indonesia, sebagai contoh kecil Kota Depok diperkirakan peningkatan hewan qurban tahun ini mencapai 15%. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Etty Suhatyati mengatakan bahwa jumlah hewan qurban di tahun 2015 lalu ada sekitar 29.000 ekor hewan qurban yang terdiri dari kambing, sapi, domba atau kerbau, karenanya tahun ini diperkirakan meningkat mencapai 32.000 hewan kurban. Ada lagi data yang dihimpun oleh Al-Azhar Peduli Umat (APU), sebagaimana dikatakan oleh direkturnya Harry Rahmad dalam media online mengatakan bahwa dari 13 desa binaan APU yang tersebar di 13 Provinsi di seluruh Indonesia, semuanya menunjukan grafik peningkatan. Hal yang sama juga dikatakan oleh Juwani, direktur Dompet Duafa (DD) yang hampir tiap tahun terjadi peningkatan 3-5 jumlah sapi yang disembelih. Bahkan seringkali kita jumpai cerita cerita inspiratif, betapa banyaknya kaum muslim yang punya semangat yang luar biasa untuk berqurban meskipun sejatinya mereka tidak mampu sampai harus menabung bertahun-tahun agar dapat berqurban. Hal ini tentu menunjukan bahwa kesadaran umat Islam akan kewajibannya dalam melaksanakan ibadah qurban semakin tinggi. 

Maka sebenarnya apa hikmah apa yang bisa diambil dari ibadah qurban ini, sehingga semakin hari semakin tinggi kesadaran orang berqurban. Beberapa manfaat yang diperoleh dari beribadah qurban, baik itu manfaat bagi yang berqurban, manfaat bagi yang menerima qurban maupun manfaat bagi masyarakat atau lingkungan sekitarnya. Manfaat bagi yang berqurban diantaranya adalah memupuk rasa empati, hikmah dibalik berqurban adalah melatih kita untuk memiliki sikap merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, memiliki kepedulian sosial , kita yang selama ini memiliki kelebihan harta, maka sudah seharusnya menyisihkan sebagian untuk dikorbankan dalam wujud binatang ternak untuk kemudian dagingnya akan dikonsumsi oleh banyak orang yang membutuhkan. Membangun sikap solidaritas, dengan berqurban kita membaur dengan banyak orang dalam proses penerimaan, penyembelihan dan membagikan hewan qurban, proses membaur atau bekerjasama tersebut dapat menimbulkan sikap kerukunan diantara sesama. Melatih untuk menjadi dermawan, sikap kedermawan juga harus dilatih dan dipupuk sedikit demi sedikit yang pada akhirnya bisa menjadi kebiasaan, sehingga dengan berqurban diharapkan menjadi salah satu jalan atau jembatan dalam proses pembiasaan untuk memberi kepada orang lain. Meningkatkan ketakwaan, karena berqurban adalah salah satu perintah Allah, maka sudah barang tentu dengan berqurban dapat meningkat ketakwaan karena bukankah definisi takwa adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larang-Nya.

Sedangkan bagi penerima qurban, manfaat yang bisa dirasakan diantaranya adalah mencukupi kebutuhan gizi kaum tidak mampu, sebagaimana diketahui bersama bahwa daging merupakan bahan makanan yang mengandung banyak gizi yang tinggi tetapi mahal bagi warga yang tidak mampu, oleh karena dengan memberikan daging qurban menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat kaum bawah untuk memperbaiki asupan gizi mereka. Menjaga silaturahmi, karena dengan berqurban adalah sarana untuk bertemu tidak hanya golongan tertentu, tetapi di forum tersebut bertemu semua lapisan masyarakat baik yang mampu atau kurang mampu sehingga dengan sarana berqurban dari yang tadinya tidak pernah bersilaturahmi akhirnya bisa bertemu dan saling bersilaturahmi. 

Adapun manfaat yang bisa dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat adalah terwujudnya kehidupan bermasyarakat dengan jiwa sosial yang tinggi, kehidupan masyarakat yang penuh dengan sikap saling peduli, sikap saling menghormati, yang kaya peduli dengan kekurangan dan keterbatasan yang miskin, sedang yang miskin menghormati yang kaya karena adanya pemberian dan kepedulian orang kaya terhadap mereka. Dan ketika jiwa saling peduli, saling berbagi, dan saling menghormati sudah tertanam dalam lingkungan masyarakat maka dengan sendirinya akan terwujud masyarakat yang penuh kedamaian dan ketentraman. Semoga…

Oleh : Miftakul Rohmah, S.Pd., M.Pd (Anggota KPU Kabupaten Sidoarjo) 


Share Berita


Komentari Berita